Sistem Linux Buat Tuna Netra Buatan Indonesia

Sistem operasi Linux yang dipilih dengan menggunakan Debian, karena menurut mereka Debian dirasa memiliki fitur dan aplikasi yang plaing lengkap. Mereka harus membuat algoritmanya dari nol, bahkan keyboard-nya pun berbeda dari biasanya. Keyboard yang dipakai menggunakan huruf Braille, dan merupakan hasil pengembangan.

Cara kerja Linux adalah dengan mengkomunikasikan hasil ketikan keyboard ke dalam format suara, sehingga jika orang yang buta mengetik naskah dengan keyboard Braille maka akan dihasilkan suara yang sesuai dengan naskah yang diketikkan. Untuk database penyimpanan menggunakan Natural Language Processing (NLP) dan Digital Signal Processing (DSP). Semuanya harus dipotong-potong sesuai dengan bahasa Indonesia, dan harus merekam satu per satu konsonan kemudian menggabungkannya sendiri hingga menjadi sebuah kata. Produk ini akan berguna untuk orang yang membutuhkan, terutama untuk kaum tuna netra.

Tinggalkan sebuah Komentar

Belum ada komentar.

Komentar RSS Lacak Balik URI Pengenal

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.